Label

Tampilkan postingan dengan label MODEL PEMBELAJARAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MODEL PEMBELAJARAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Desember 2013

Pengertian Model, Strategi, Pendekatan, metode,dan Teknik pembelajaran

Pengertian Model, Strategi, Pendekatan, metode,dan Teknik pembelajaran

    1.  Model pembelajaran 
Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar.Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
2.  Strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapaisecara efektif dan efisien.
     3. Pendekatan pembelajaran
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kitaterhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.
     4.Metode pembelajaran
Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya:
(1) ceramah;
(2) demonstrasi;
 (3) diskusi;
(4) simulasi;
(5) laboratorium;
(6) pengalaman lapangan;
(7) brainstorming;
(8) debat;
(9) symposium, dan sebagainya.
     5. Teknik pembelajaran 
Tenik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.


Jumat, 01 November 2013

CIRC (Cooperative, Integrated, Reading, and Composition)



  CIRC (Cooperative, Integrated, Reading, and Composition)

 CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif –kelompok. Sintaksnya adalah: 
1. membentuk kelompok heterogen 4 orang,  
2.guru memberikan wacana  bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar, 
3.siswa bekerja sama (membaca bergantian, menemukan kata kunci, memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya,
4. presentasi hasil kelompok, 
5.refleksi.

Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Picture and Picture

Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Picture and Picture

Kelebihan
1.                   Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
2.                   Melatih berpikir logis dan sistematis.
3.                   Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek   bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir,
4.                   Mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik.
5.                   Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas
Kekurangan
1.                   Memakan banyak waktu
2.                   Banyak siswa yang pasif.
3.                   Guru khawatir bahwa akan terjadi kekacauan dikelas.
4.                   Banyak siswa tidak senang apabila disuruh bekerja sama dengan yang lain
5.                   Dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai

Model Pembelajaran Picture And Picture

Model Pembelajaran Picture And Picture      
Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu model pembelajaran dengan menggunaan media gambar. Dalam oprasionalnya gambar-gambar dipasangkan satu sama lain atau bisa jadi di urutkan menjadi urutan yang logis

Langkah-langkah pembelajaran dengan model  picture to picture adalah sebagai berikut :
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Langkah pertama ini sangat penting disampaikan kepada siswa agar mereka dapat mengukur sejauh mana materi yang harusdikuasainya. Di samping itu guru juga harus menyampaikan indikator-indikator ketercapaian kompetensi dasar, dengan tujuan agar siswa dapat mencapai kriteria ketuntasan mninimal yang ditetapkan
2. Guru menyajikan materi sebagai pengantar pembelajaran Penyajian materi sebagai pengantar merupakan hal yang sangat penting diberikan oleh guru dengan tujuan mengarahkan siswaagar mencapai tujuan yang ditetapkan . Dalam penyampaiannya , guru haruslah kreatif mencari cara dan teknik yang baik agar siswa termotivasi untuk belajar lebih dalam tentang materi yang akan dipelajari
3.  Guru menunjukkan gambar atau memperlihatkan gambar  yang berhubungan dengan materi Dalam langkah ini, guru memperlihatkan beberapa gambar yang yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan dan menanyakan kepada siswa tentang nama, ciri-ciri benda yang ditunjukkan .
4.  Guru memberikan kumpulan gambar kepada siswa dalam kelompok. Dalam langkah ini guru haruslah dapat melakukan inovasi agar gambar yang menjadi media untuk model pembelajaran ini dapat menarik dan memotivasi siswa untuk memahami suatu konsep yang diajarkan
4. Siswa mengamati gambar- gambar dan mengklasifikasi ciri-ciri. Pada langkah ini, siswa dalam kelompok mengamati gambar-gambar yang diberikan guru. Siswa melakukan diskusi kelompok untuk menentukan nama, ciri-ciri benda yang diamati. Hasil diskusi kelompok dicatat dalam catatan khusus , dipandu dengan lembaran kerja siswa yang dibuat guru
5. Siswa mengemukan pendapat/mempresentasikan alasan pemikiran. Siswa dilatih untuk mengemukan alasan pemikiran atau pendapat tentang hasil diskusi kelompoknya dengan cara melaporkan hasilnya di depan kelas. Dalam lngkah ini peran guru sangatlah penting sebagai fasilitator dan motivator adar siswa bernai mengemukan pendaptnya. Biasanya siswa pada kelas rendah tidak berani untuk berbicara kecuali dituntun dan dimotivasi oleh gurunya.
6. Guru bersama sama dengan siswa melakukan diskusi kelas tentang hasil pemikiran dari tiap kelompok. Guru dapat meotivasi dan mengajak siswa untuk berdiskusi, bertanya kepada teman yang melaporkan pekerjaannya di depan kelas. Pekerjaan ini sangat sulit dilakukan, sehingga guru harus berinovasi agar siswa mau bertanya dan menjawab pertanyaan gdari temannya maupun dari guru. Guru bisa membantu dengan memberikan kalimat yang belum lengkap sehingga siswa bisa melanjutkan apa yang akan disampaikan.
7. Penarikan kesimpulan pembelajaran bersama-sama. Langkah terakhir pada pembelajaran dengan model  picture to picture adalah guru mengajak siswa untuk dapat bersama-sama menyimpulkan materi yang dipelajari dengan kata-kjata dan bahasasendiri. Pada langkah ini , guru harus sering melakukan penekanan-penekanan pada hal yang ingin dicapai dengan meminta siswa lain mengulangi, dan menuliskan kembali konsep-konsep yang ingin dicapaisesuai dengan indikator yang harapkan.

Model Pembelajaran Make a Match

     Model Pembelajaran Make a Match 


      Model pembelajaran Make a Match adalah model pembelajaran kooperatif dengan cara mencari pasangan soal/jawaban yang tepat siswa yang sudah menemukan pasangannya sebelum batas waktu akan mendapat poin.
Langkah-langkah :
1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban

  1. Setiap siswa mendapat satu buah kartu
  2. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
  3. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
  4. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
  5. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
  6. Demikian seterusnya
  7. Kesimpulan/penutup      

Rabu, 30 Oktober 2013

Model Pembelajaran Artikulasi

        Model Pembelajaran Artikulasi

     Model pembelajaran Artikulasi merupakan model yang prosesnya seperti pesan berantai, artinya apa yang telah diberikan guru, seorang siswa wajib meneruskan menjelaskannya kepada siswa lain (pasangan kelompoknya).

Langkah-langkahnya:
1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
3.Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuk kelompok berpasangan dua orang
4.Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan meteri yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran.Begitu juga kelompok lainnya
5.Suruh siswa secara bergiliran / diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya.Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
6.Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa

7. Kesimpulan / penutup

Model Pembelajaran Cooperative Script (skrip kooperatif)

        Model Pembelajaran Artikulasi

     Model pembelajaran Artikulasi merupakan model yang prosesnya seperti pesan berantai, artinya apa yang telah diberikan guru, seorang siswa wajib meneruskan menjelaskannya kepada siswa lain (pasangan kelompoknya).
Langkah-langkahnya:
1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
3.Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuk kelompok berpasangan dua orang
4.Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan meteri yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran.Begitu juga kelompok lainnya
5.Suruh siswa secara bergiliran / diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya.Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
6.Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa

7. Kesimpulan / penutup

Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together )

      Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together )

  Model pembelajaran Numbered Heads Together adalah 

  suatu model pembelajaran yang mengedepankan kepada

 aktitas siswa dalam mencari, mengolah dan melaporkan 

  informasi dari berbagai sumber yang akhirnya di 

persentasikan  di depan kelas.

    Langkah-langkah :
1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2.Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
3.Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
4.Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
5.Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain

6 Kesimpulan

Model Pembelajaran Talking Stick

               Model Pembelajaran Talking Stick



    Model pembelajaran talking stick adalah suatu model pembelajaran kelompok dengan bantuan tongkat,kelompok yang memegang tongkat terlebih dahulu wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya,selanjutnya kegiatan tersebut diulang terus-menerus sampai semua kelompok mendapat giliran menjawab pertanyaan dari guru.
Langkah-langkahnya :
1.      Guru menyiapkan sebuah tongkat
2.  Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya
3.      Setelah membaca buku dan mempelajarinya, mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya
4.  Guru mengambil tongkat dan memberikannya kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya,demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru
5.      Guru memberikan kesimpulan
6.      Evaluasi

7.      Penutup

Model Pembelajaran TPS (Think Pair Share)

         Model Pembelajaran TPS (Think Pair Share)


Model pembelajaran TPS merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang mampu mengubah asumsi bahwa metode resitasi dan diskusi perlu diselenggarakan dalam setting kelompok secara keseluruhan. Karakteristik pembelajaran TPS yaitu siswa dibimbing secara mandiri, berpasangan dan saling berbagi untuk menyelesaikan masalah.
Langkah-langkah :
a.       Think (berpikir)
Guru mengajukan pertanyaan yang dikaitkan dengan pelajaran dan memberikan siswa waktu untuk berpikir sendiri.
b.      Pairing (berpasangan)
asil Guru meminta siswa berpasangan dan berdiskusi dengan teman sebangku untuk menyatukan jawaban yang mereka peroleh.
c.       Share (berbagi)
Tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya.
d.      Berawal dari langkah tersebut, guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang diungkapkan siswa.
e.       Guru memberi kesimpulan

f.       Penutup

Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament)


  Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament)

Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bisa aberbeda. SDetelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah , lembut, dan santun. Setelah selesai kerja kelompok  sajikan hasil kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. 

Langkah-langkah:
a.       Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan mekanisme kegiatan.
b.      Siapkan meja turnamen secukupnya dan untuk tiap meja diberi siswa yang berkemampuan setara. Meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya hingga meja terakhir ditempati oleh anggota yang levelnya paling rendah.
c.       Selanjutnya adalah pelaksanaan turnamen. Setiap siswa mengambil 1 kartu yang telah disiapkan di atas meja dan mengerjakannya dalam jangka waktu tertentu, siswa bias mengerjakan lebih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor untuk individu dan kelompok.
d.      Siswa pada tiap meja turnamen sesuai skor diberi gelar superior, very good, good dan medium.
e.       Bumping, pada turnamen kedua dan seterusnya dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. Siswa superior bergabung pada meja yang sama begitupun dengan sebutan lainnya.
f.       Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan individual kemudian berikan penghargaan.

g.       Kesimpulan.

Model Pembelajaran Langsung/Direct Instruction

MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG

  • Model Pembelajaran Langsung sangat baik digunakan apabila tujuan pembelajaran yang ingin dicapai  berkenaan dengan pengetahuan procedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.
  • tetapi harus menjamin terjadinya keterlibatan siswa. Jadi lingkungannya harus diciptakan yang berorientasi Pengajaran langsung memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang pada tugas-tugas yang diberikan pada siswa.
  • Ciri-ciri Model Pembelajaran Langsung :
    1. Adanya tujuan pembelajaran cukup rinci terutama pada analisis tugas. Pengajaran langsung berpusat pada guru, dan prosedur penilaian hasil belajar.
    2. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran.
    3. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung berlangsung dan berhasilnya pengajaran.
  • Fase-Fase Pembelajaran Langsung :

Fase
Uraian
Peran Guru
1
Menyampaikan Tujuan Pembelajaran dan mempersiapkan siswa
Menjelaskan Tujuan, Materi Prasyarat, memotivasi siswa, dan mempersiapkan siswa
2
Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Keterampilan
Mendemonstrasikan keterampilan atau menyajikan informasi tahap demi tahap
3
Membimbing Pelatihan
Guru memberi latihan terbimbing
4
Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
Mengecek kemampuan siswa dan memberikan umpan balik
5
Memberikan latihan dan penerapan konsep
Mempersiapkan latihan untuk siswa dengan menerapkan konsep yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari.

Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Examples non Examples

Kelebihan:

1. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.
2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.
3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.

Kelemahan:

1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.
2. Memakan waktu yang lama


Model Pembelajaran Example non Example

            Model Pembelajaran Example non  Example

Model pembelajaran example non example adalah model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai medianya. Example memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan non example memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang akan dibahas.
Langkah-langkah :
a.       Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 oang siswa.
b.      Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
c.       Guru menempelkan gambar di papan tulis
d.      Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan dan menganisa gambar.
e.       Melalui diskusi kelompok, hasil diskusi analisa gambar tersebut dicatat atau di tulis di lembar kerja siswa.
f.       Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
g.       Mulai dari komentar atau hasil diskusi siswa guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.

h.      Kesimpulan