Kamis, 16 Januari 2014

Ekologi sebagai Dasar Ilmu Lingkungan

                                      EKOLOGI SEBAGAI DASAR ILMU LINGKUNGAN
            Ekologi merupakan salah satu ilmu dasar bagi ilmu lingkungan. Dalam ilmu lingkungan seperti halnya ekologi, mahkluk hidup (organisme) pada dasarnya dipelajari dalam unit populasi. Populasi ialah sekelompok individu-individu mahkluk hidup yang sejenis yang hidup dalam suatu lingkungan hidup.
1.      Individu
            Individu ialah suatu satuan struktur yang membangun suatu kehidupan dalam bentuk mahkluk. Jika kita bayangkan pandangan ke sebuah kebun, maka kita mungkin akan menemukan beberapa tumbuhan misalnya : pohon pisang, pohon jambu jahe dengan demikian kita katakana individu pisang, individu jambu dan individu jahe.
            Peristiwa yang sama akan terlihat arula hewan, misalnya volvox. Volvox merupakan hewan yang bersel satu, tetapi kita tidak pernah melihat seekor volvox sebagai suatu hewan yang bersel satu yang hidup tersendiri, mereka hidup berkelompok (berkoloni). Banyak sedikit individu yang termasuk dalam satu populasi bergantung pada potensi untuk berbiak silang antara individu yang dengan individu yang lain.
2.      Populasi
            Populasi dapat dikatakan sebagai kumpulan individu suatu species mahkluk hidup yang sama. Timbul pertanyaan, berapa banyakkah individu yang dapat terkumpul menjadi sebuah populasi ? Dan berapa luaskah daerah yang dapat dihuni oleh sebuah populasi ? Biawak (varanus salvator) sejenis reptilian, yang di jumpai secara tersebar diseluruh kepulauan Indonesia. Sejauh manakah biawak ini akan dianggap sebagai populasi ? Menentukan populasi memang sukar kalau anggotanya terpisah-pisah dalam sebuah wilayah, seperti halnya dengan gajah atau harimau di Asia, pohin cemara di Eropa, bahkan manusia di dunia.
            Persaingan menimbulkan daya juang untuk mempertahankan kelangsungan hidup tang dapat di menangkan oleh yang “kuat” atas anggota yang lemah. Persaingan dalam populasi berupa persaingan langsung antara individu. Misalnya, daya pembiakan menurun atau tertekan oleh kepadatan individu jantan yang begitu besar, sehingga si jantan lebih banyak membuang waktu memperebutkan betina daripada melakukan proses pembiakan sendiri.
            Sumber daya alam ialah segala sesuatu yang bersifat alamiah yang dapat berguna bagi kehidupan kita. Kegunaan itu dapat bersifat potensial ataupun faktual. Lingkungan hidup adalah jumlah semua benda yang hidup dan tidak hidup serta kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati. Manusia di sekitar kita adalah pula bagian lingkungan hidup kita masing-masing. Oleh karena itu kelakuan manusia, dan dengan demikian kondisi sosial, merupakan pula unsur lingkungan hidap kita. Antara manusia dan lingkungan hidupnya terdapat hubungan timbal balik. Manusia mempengaruhi lingkungan hidupnya dan sebaliknya manusia dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya.
3               3.Ekosistem

Dalam suatu habitat, selain terdapat berbagai jenis mahluk hidup (komunitas), terdapat juga benda-benda seperti air, tanah, pasir, cahaya matahari, dan udara. Diantara sesame             anggota komnitas dengan benda-benda tersebut terjadi hubungan interaksi yang saling         mempengaruhi, kesatuan ini membentuk ekosistem. Sebuah akuarium atau kebun di rumah kita merupakan contoh ekosistem yang sederhana. Sebuah sungai atau hutan merupakan contoh ekosistem yang kompleks. 

Adaptasi Organisme Terhadap Lingkungannya

                                  ADAPTASI ORGANISME TERHADAP LINGKUNGANNYA
            Semua jenis organisme memiliki tempat hidup. Tempat hidup alamiah suatu jenis organisme disebut habitat. Semakin tinggi kemampuan adaptasi suatu organisme, maka semakin besar pula kemungkinan kelangsungan hdup jenis organisme itu. Manusia merupakan contoh jenis organisme yang memiliki kemampuan adaptasi sangat tinggi. Hampir semua habitat dapat dihuni oleh manusia. Kemampuan adaptasi Manusia yang sangat tinggi ini karena kemampuan otaknya yang paling tinggi dari organisme lainnya.
1.      Adaptasi Morfologi
      Adaptasi morfologi adalah kesesuaian bentuk tubuh atau struktur alat-alat tubuh tertentu suatu organisme terhadap lingkungannya. Misalnya, bentuk paruh dan kaki burung, tipe mulut serangga, bentuk tubuh hewan laut.
2.      Adaptasi Fisiologi
      Adaptasi fisiologi adalah kesesuaian fungsi kerja alat-alat tubuh suatu organisme terhadap lingkungannya. Misalnya, jumlah sel darah merah, zat kimia pada tumbuhan, kecepatan metabolisme.
3.      Adaptasi tingkah laku
            Adaptasi tingkah laku adalah perubahan tigkah laku suatu organisme untuk             menyesuaikan diri terhadap lingkungannya

Saling Ketergantungan Mahluk Hidup Terhadap Lingkungannya

MAHKLUK HIDUP DAN
LINGKUNGANNYA

                  Setiap mahluk hidup hanya dapat hidup, tumbuh dan berkembang dengan baik di tempat yang sesuai. Oleh karena itu, terbentuknya keanekaragaman mahluk hidup tidak dapat dipisahkan dengan pengaruh lingkungan. Lingkungan tempat hidup kita juga amat bervariasi. Ada tanah yang subur dan yang tandus. Ada uadara yang lembab, panas, sejuk, dan ada yang  dingin.
                                                                                                                 SALING KETERGANTUNGAN
                  Komponen penyusun suatu ekosistem dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu biotik dan abiotik. Komonen biootik terdiri atas mahluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan. Komponen abiotik terdiri atas benda-benda tidak hidup yang merupakan bagian dari ekosistem.
                  Ilmu lingkungan mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup dengan lingkungan. Ilmu lingkungan dapat diibaratkan sebuah poros tempat berbagai asas dan konsep aneka ragam ilmu yang terpencar dan terkhususnya dapat digabungkan kembali secara tunjang-menunjang. Penelitian ilmiah di masa lampau sering dipusatkan kepada berbagai kejadian yang sangat khas, kepada penguraian berbagai situasi yang selalu terpisah-pisah dan kepada gejala sebab akibat yang tersolasi satu yang lain.
                  Ilmu lingkungan sebenarnya ialah ekologi (ilmu murni yang mempelajari pengaruh factor lingkungan terhadap makhluk hidup) yang menerangkan berbagai asas dan konsepnya kepada masalah yang lebih luas yang menyangkut pula hubungan manusia dengan lingkungan. Disamping dapat menyajikan berbagai asas dan konsep umum yang dapat digunakan oleh berbagai macam ilmu secara menyeluruh, ilmu lingkungan yang dapat menonjolkan kaitan serta hubungan aneka macam ilmu.
a.       Ketergantungan Komponen Biotik Terhadap Abiotik
             Tidak ada satu pun mahluk hidup yang dapat hidup sendiri. Semua mahluk hidup bergantung pada lingkungannya, yang terdiri atas benda-benda tidak hidup (abiotik) dan mahluk hidup lainnya (biotik). Ingatlah kembali tentang zat apa saja yang diperlukan oleh tumbuhan hijau pada waktu melakukan proses fotosintesis. Untuk berlangsungnya proses fotosintesis, tumbuhan hijau memerluan air, karbondioksida dan cahaya matahari. Hal ini menunjukkan bahwa hidup tumbuhan bergantung pada benda-benda tdak hidup (abiotik), antara lain berupa cahaya matahari, air dan karbondioksida.

b.       Ketergantungan Komponen Abiotik Terhadap Biotik

             Kita dapat mencermati pengaruh komponen botik terhadap abiotik dalam cakupan yang lebih luas dengan mengamati keberadaan air dan iklim di sekitar hutan. Tumbuh-tumbuhan dalam hutan dapat menahan air hujan sehingga tidak terlalu cepat mengalir ke laut. Selain itu, akar-akar tumbuhan dapat menahan air hujan serta mencegah terjadinya erosi dan tanah longsor. Jejak-jejak cacing di dalam tanah membentuk rongga dan lubang-lubang. Rongga di dalam tanah terisi udara yang berguna bagi akar tanaman untuk pernapasan. Disamping itu, cacing tanah memasukkan daun-daun tumbuhan ke dalam liangnnya sehingga membusuk dan membentuk humus. Terjadinya humus akan menyuburkan tanah.      

Selasa, 10 Desember 2013

Gambar komik






O Shin Bi Cynical Orange






O Shin Bi.....Ia adalah satu tokoh dalam komik Cynical Orange, aku sangat menyukai tokoh ini...Makanya aku mencoba untuk menggambarnya....Mirip ngga ya???
Bagian paling susah waktu aku menggambar Shin Bi adalah matanya,,,benar - benar sulit untuk menirunya...

Senin, 09 Desember 2013

Minggu, 08 Desember 2013

Pengertian Model, Strategi, Pendekatan, metode,dan Teknik pembelajaran

Pengertian Model, Strategi, Pendekatan, metode,dan Teknik pembelajaran

    1.  Model pembelajaran 
Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar.Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
2.  Strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapaisecara efektif dan efisien.
     3. Pendekatan pembelajaran
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kitaterhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.
     4.Metode pembelajaran
Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya:
(1) ceramah;
(2) demonstrasi;
 (3) diskusi;
(4) simulasi;
(5) laboratorium;
(6) pengalaman lapangan;
(7) brainstorming;
(8) debat;
(9) symposium, dan sebagainya.
     5. Teknik pembelajaran 
Tenik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.


Melindungi dan Melestarikan Hewan dan Tumbuhan

Melindungi dan Melestarikan Hewan dan Tumbuhan
    Hewan dan tumbuhan itu tidak hanya cantik atau unik, tetapi juga mempunyai peranan yang penting bagi lingkungan sekitarnya. Misalnya saja, batang edelweiss menjadi tempat perlindungan jenis burung tertentu, atau orang utan berperan sebagai hewan yang membantu penyebaran biji tumbuhan. Dengan demikian, orang utan juga membantu melestarikan tumbuhan berbiji di hutan tropis. Sayang sekali jika kita baru menyadari peranan hewan dan tumbuhan itu setelah makhluk hidup tersebut punah.
    Manusia bertanggung jawab untuk melindungi dan melestarikan hewan dan tumbuhan di sekitarnya. Kita juga bertanggungjawab untuk melindungi dan melestarikan seluruh hewan dan tumbuhan yang hidup di wilayah Indonesia. Berikut ini adalah cara-cara yang dilakukan pemerintah untuk elindungi dan melestarikan hewan dan tumbuhan tersebut.
   1.   Menetapkan Hewan dan Tumbuhan yang Dilindungi
Pemerintah menetapkan jenis hewan dan tumbuhan yang hampir punah melalui undang-undang sevbagai tumbuhan dan hewan yang dilindungi. Dalam undang-undang ini, hewan yang dilindungi tidak boleh ditangkap, dibunuh, diperjualbelikan, atau dipelihara tanpa izin. Untuk melestarikan tumbuhan yang dilindungi, dilakukan usaha penanaman kembali  oleh lembaga-lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat.

     2.  Menetapkan Tempat Perlindungan Hewan dan Tumbuhan
Hutan adalah tempat hidup bermacam-macam jenis hewan dan tumbuhan. Pemerintah menetapkan beberapa hutan di berbagai wilayah untuk dijadikan tempat perlindungan. Contoh tempat perlindungan yang tersebar di wilayah Indonesia ialah sebagai berikut:

a.          Taman Nasional Kerinci Sebla di Sumatra
Luas wilayah Taman Nasional ini terbesar di Indonesia.  Di tempat ini ditemukan hewan khas Sumatra, seperti badak dan harimau Sumatra. Tumbuhan bunga raflesia dan amorfofalus juga dapat ditemukan di taman nasional ini.

b.          Taman Nasional Ujung Kulon
Taman nasional ini melindungi populasi badak jawa yang masih ada. HUtan di Taman Nasional Ujung Kulon merupakan hutan di dataran rendah yang banyak ditumbuhi rotan dan palem. Ada juga pohon bakau yang ditemukan di pinggir pantai. Selain badak jawa (badak bercula satu), taman nasional ini juga melindungi banteng jawa.

c.            Taman Nasional Bali Barat
Di taman nasional ini terdapat keindahan flora dan fauna khas Bali. Hutan di taman nasional ini merupakan habitat asal burung jalak bali.

d.        Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo terletak di daerah Nusa Tenggara, tepatnya di Pulau Komodo. Selain komodo, di tempat ini juga ditemukan jenis hewan langka lain, yaitu rusa dan babi hutan.

e.         Taman Nasional Tanjung Putting di Kalimantan
Taman nasional ini terletak di daerah pantai yang merupakan habitat bagi orang utan. Tipe tumbuhan yang ada di tempat ini antara lain palem, pandan, tumbuhan menjalar, dan tumbuhan pemakan serangga.

f.             Cagar Alam Tangkoko Dua Saudara di Sulawesi
Tanah di cagar alam ini sangat subur karena terletak di wilayah gunung berapi. Wilayah ini ditumbuhi pohon beringin dan pohon-pohon buah. Jenis tumbuhan ini mendukung perkembangan burung dan mamalia, seperti anoa, musang Sulawesi, dan burung rangkong.

g.   Cagar Alam Gunung Lorentz di Papua
Cagar ala mini terletak di sepanjang pantai selatan Papua. Tempat ini merupakan tempat tinggal sebagian besar jenis mamalia dan burung khas Papua. Kanguru dan burung cendrawasih dapat ditemukan di cagar ala mini.

h.   Cagar Alam Pulau Kaget
Cagar Alam Pulau Kaget (CAPK) terdapat di Kalimantan Selatan, tepatnya di daerah Sungai Barito. Cagar Alam Pulau Kaget melindungi dan melestarikan bekantan dari kepunahan. Mengingat hewan tersebut mudah stress, maka bekantan sulit dikembangbiakkan di tempat lain. Oleh karena itu, dengan menjadikan habitatnya cagar alam, diharapkan bekantan dapat terhindar dari kepunahan dan dapat dilestarikan.
Selain tempat-tempat yang telah dijelaskan di atas, Indonesia masih memiliki tempat perlindungan flora dan fauna lainnya. Ada lebih dari 350 tempat perlindungan yang ditetapkan berdasarkan undang-undang.


    3.Penangkaran atau Rehabilitasi Hewan yang Terancam Punah

Salah satu penyebab terjadinya kepunahan hewan adalah hewan itu tidak dapat atau sulit menghasilkan keturunan. Untuk mengatasi masalah ini, manusia membuat tempat penangkaran hewan  yang terancam punah tersebut. Penangkaran adalah tempat mengembangbiakkan telur atau anak hewan, misalnya sebagai berikut.
a.      Penangkaran penyu di Pangumbahan, Jawa Barat. Di tempat ini, dilakukan perlindungan dan penetasan telur-telur penyu. Setelah telur penyu menetas, anak penyu kemudian dilepaskan kembali ke laut.
b.     Penangkaran buaya di Jayapura, Papua.
Usaha lain untuk mencegah kepunahan hewan yaitu dengan melakukan rehabilitasi. Rehabilitasi ini dilakukan untuk hewan yang pernah dipelihara oleh manusia yang akan dikembalikan ke habitat asalnya. Tanpa rehabilitasi, hewan yang dilepas kembali ke habitat asal akan mati.

Pada proses rehabilitasi, hewan dipersiapkan di suatu tempat khusus yang mirip dengan habitat aslanya, tetapi masih dalam pengawasan manusia. Jika hewan telah siap, barulah hewan itu dikembalikan ke habitat asalnya. Proses rehabilitasi yang telah dilakukan adalah rehabilitasi orang utan di Sumatra dan di Tanjung Putting, Kalimantan.

Tumbuhan Khas Indonesia yang Hampir Punah

Tumbuhan Khas Indonesia yang Hampir Punah
Indonesia adalah Negara yang paling kaya dengan koleksi tumbuhan. Menurut data penelitian, Indonesia memiliki 60 persen dan 2 juta spesies tumbuhan yang terdapat di dunia. Kamu akan mengenal beberapa jenis tumbuhan khas Indonesia itu. Jenis-jenis tumbuhan khas ini termasuk jenis yang dilindungi dan dilestarikan karena jumlahnya yang semakin langka.

     a. Bunga Raflesia
Nama latin bunga ini adalah Rafflesia arnoldii. Tumbuhan ini ditemukan di Sumatra. Keunikan bunga raflesia adalah selain ukurannya yang sangat besar, tumbuhan ini tidak mempunyai akar, batang, dan daun. Sifatnya parasit karena menempel dan mengisap makanan dari tumbuhan lain. Raflesia mengisap makanannya menggunakan organ yang mirip akar. Bunga ini disebut juga bunga bangkai karena mengeluarkan bau tidak sedap seperti bau bangkai. Bau ini mengundang lalat untuk mendekat dan membantu penyerbukan bunga raflesia. Bunga raflesia berusia pendek. Setelah mekar selama 1 minggu, bunga ini akan mengering dan layu.

     b. Bunga Amorfofalus
Nama latin bunga amorfofalus adalah Amorphophallus titanium. Bunga ini juga disebut bunga bangkai karena mengeluarkan bau seperti bangkai. Bunga amorfofalus ini pertama kali ditemukan di Bengkulu. Tumbuhan raksasa ini mencapai tinggi 4 meter dan berat umbinya dapat mencapai 100 kg.

    c. Bunga Edelweis
Bunga edelweiss dikenal dengan sebutan bunga abadi. Pohon ini tumbuh di dataran berumput di daerah pegunungan. Bunganya sangat disukai serangga seperti kupu-kupu, lalat, dan lebah. Jika cabangnya dibiarkan tumbuh tinggi dan kokoh, edelweiss dapat menjadi tempat bersarang bagi burung. Di Indonesia, edelweiss ditemukan di Sumatra, Jawa, dan Bali.

     d. Cendana
Pohon cendana terkenal dengan baunya yang khas dan harum. Batangnya besar dan kulit batangnya berwarna cokelat tua. Kayunya berwarna putih kekuningan. Banyak orang menyukai benda-benda seni, seperti patung, yang dibuat dari kayu cendana. Minyak cendana yang berbau harum juga banyak digunakan sebagai bahan kosmetik atau obat-obatan. Pohon cendana ditemukan di beberapa tempat, seperti Bali, Nusa Tenggara, Jawa Timur, dan Sulawesi.

     e. Jamblang
Pohon jamblang memiliki banyak cabang dan mencapai tinggi 8 hingga 20 meter. Buahnya dapat dimakan. Buahnya yang sudah matang berwarna ungu kehitaman dan rasanya manis agak getir. Buah jamblang jika dimakan akan menyisakan warna biru di lidah dan gigi. Buah jamblang berkhasiat untuk mengobati beberapa jenis penyakit.


Hewan Khas Indonesia yang Hampir Punah

Hewan Khas Indonesia yang Hampir Punah
Hewan-hewan berikut ini termasuk jenis hewan khas Indonesia yang hamper punah. Kini, hewan tersebut termasuk jenis yang dilindungi dan dilestarikan di Indonesia.


    a.   Orang Utan
Orang utan tinggal di pohon dan mampu bergeantungan dari satu pohon ke pohon lainnya. Tubuhnya mencapai tinggi 150 cm dan ditutup oleh rambut berwarna kemerahan. Peranan orang utan adalah membantu penyebaran biji tumbuhan di hutan tropis.
Orang utan ditemukan di beberapa hutan di Sumatra dan Kalimantan. Perburuan liar, pembukaan hutan untuk industri, dan kebakaran hutan merupakan penyebab berkurangnya populasi orang utan di Indonesia.
     b.   Harimau Sumatra

Harimau Sumatra hanya ditemukan di hutan Sumatra. Ukuran tubuhnya lebih kecil daripada ukuran harimau jenis lain. Hewan ini berburu mangsa pada malam hari. Daging hewan lain, seperti rusa menjadi sumber makanannya.

Jumlah harimau Sumatra kini semakin sedikit terancam punah. Selai karena kerusakan habitat, harimau Sumatra juga banyak dibunuh oleh pemburu liar. Kulit harimau ini sangat indah. Banyak orang yang tertarik untuk memburunya dan menjual kulitnya dengan harga yang mahal.

     c. Komodo
Komodo adalah satu-satunya jenis kadal purba yang masih bertahan hidup. Tempat hidup asli hewan ini adalah di Pulau Komodo dan sebagian di Pulau Flores. Tubuhnya berukuran besar, mencapai panjang 3 meter dan berat 50 kg. komodo ini mampu menelan mangsa sebesar rusa atau kambing. Komodo mencari mangsa dengan penciumannya yang sangat tajam.

     d.   Jalak Bali
Bulu jalak bali berwarna putih bersih, kecuali sayap dan ekornya berwarna hitam dan sekitar matanya berwarna biru. Jalak bali memiliki jambul panjang di kepalanya. Panjang tubuhnya tidak lebih dari 25 cm. Burung ini, selain cantik juga mempunyai kicauan yang indah sehingga banyak orang yang berminat untuk menangkapnya.
Jalak bali yang ditemukan di alam kini hanya tinggal sedikit. Penyebabnya adalah perburuan liar dan kerusakan habitat.

                          Cendrawasih
Cendrawasih adalah hewan khas Papua. Bulu tubuhnya sangat indah sehingga banyak yang menangkapnya untuk dijadikan hewan peliharaan atau dibuat hiasan. Oleh karena bulunya yang sangat indah itu, cendrawasih juga disebut sebagai burung dewata. Perburuan liar secara besar-besaran dan kerusakan hutan tempat tinggalnya menyebabkan jumlah burung cendrawasih semakin langka dan terancam punah. Untuk mencegah kepunahannya, sejak tahun 1931, cendrawasih ditetapkan sebagai hewan yang dilindungi.

f       f. Badak Bercula Satu
Badak bercula satu atau badak jawa termasuk hewan yang paling rawan punah di dunia. Ukuran tubuhnya lebih kecil daripada gajah. Kulit badak sangat keras dan memiliki sebuah tanduk di bagian depan kepala yang disebut cula. Cula ini dipercaya oleh orang sebagai obat yang berkhasiat. Oleh karena itu, banyak orang yang memburu badak untuk diambil culanya. Jenis badak lain, yaitu badak Sumatra dan badak India semakin langka dan terancam punah.

        g. Anoa
Anoa hanya ditemukan di Sulawesi. Anoa mirip dengan kerbau, namun ukuran tubuhnya lebih kecil. Hewan ini adalah pemakan tumbuhan, seperti rumput, lumut dan tumbuhan paku. Anoa hidup liar di pegunungan atau di daerah padang rumput. Meskipun kecil, hewan ini sangat sulit untuk dijinakkan. Tanduknya yang tajam dapat menyebabkan luka parah pada hewan atau manusia.




        h.  Penyu
Penyu adalah sejenis reptile besar. Seekor penyu laut bahkan ada yang mencapai 500 kg dan panjang 2 meter. Meskipun mempunyai kemiripan, penyu berbeda dengan kura-kura. Perbedaannya adalah:
1)    Penyu tidak dapat memasukkan kepalanya dalam tempurung
2)    Penyu bergerak dengan sirip, bukan cakar seperti kura-kura
3)    Penyu menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut. Hanya penyu betina yang kembali ke darat untuk menetaskan telur. Anak penyu yang menetas di darat juga akan kembali ke laut. Kura-kura menghabiskan sebagian besar hidupnya di darat.
Indonesia merupakan tempat hidup, makan, dan berkembang biak bagi empat dari tujuh jenis penyu yang hidup di dunia. Akan tetapi saying, penyu liar di Indonesia diburu secara besar-besaran sehingga kini terancam punah.

i       i. Tarsius
Tarsius adalah kera terkecil di dunia. Tinggi badannya hanya sekitar 10 cm dengan berat 100 gram. Bola mata tarsius sangat besar dan ekornya panjang dan kuat. Keunikan lainnya adalah tarsius dapat memutar kepalanya hingga 3600 Tarsius tinggal dan berlindung di lubang-lubang pohon. Hewan ini terdapat di Sulawesi.

                  j .Dugong atau Ikan Duyung
Hewan yang termasuk mamalia ini hidup di perairan Maluku. Bentuk tubuhnya mirip dengan anjing laut. Habitatnya adalah daerah pesisir laut yang dangkal dan sumber makanannya adalah tumbuhan laut. Dugong terancam punah karena mudah ditangkap dan kemampuan berkembangbiaknya lambat.

       k. Bekantan
Bekantan merupakan hewan mamalia kelompok monyet. Akan tetapi, hewan ini tidak seperti monyet pada umumnya. Hidung bekantan besar dan mancung. Makanan bekantan adalah dedaunan.
Bekantan hewan yang pemalu. Jika ada manusia atau hewan lain, bekantan akan lari menghindar. Ia lebih suka tinggal di pucuk pohon rambai. Pohon rambai dijadikan sebagai tempat tinggal sekaligus sebagai sumber makanannya.
Hewan ini juga mudah stress dan sulit untuk dikembang biakkan. Oleh karena itu, jumlahnya kini tinggal sedikat. Hewan ini dapat ditemukan di Kalimantan

Penyusunan Disain Penelitian

Penyusunan Disain Penelitian menurut Bogdan dan Biklen :
1.      Menentukan fokus penelitian;
2.      Menentukan paradigm penelitian;
3.      Menentukan kesesuaian paradigm dengan teori;
4.      Menentukan sumber data, lokasi para responden;
5.      Menentukan tahap-tahap penelitian;
6.      Menentukan instrument penelitian;
7.      Rencana pengumpulan data dan pencatatannya;
8.      Rencana analisis data;
9.      Rencana logistic;
10.  Rencana mencapai tingkat kepercayaan akan kebenaran penelitian;
11.  Merencanakan lokasi;
12.  Menghormati etika penelitian;

13.  Rencana penulisan dan penyelesaian penelitian.

Disain Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Disain Penelitian
            Disain penelitian adalah suatu rencana tentang cara melakukan penelitian. Disain penelitian berkaitan erat dengan proses penelitian. Berikut perbedaan antara disain penelitian kuantitatif dan disain penelitian kualitatif.

Disain Penelitian Kuantitatif
Disain Penelitian Kualitatif
Disain terinci dan mantap.
Disain tidak terinci, fleksibel, timbul (“emergent”) serta berkembang sambil berjalan antara lain mengenai tujuan, subjek, sampel, sumber data.
Disain direncanakan sebelumnya pada taraf persiapan (projektif).
Disain sebenarnya baru diketahui dengan jelas setelah penelitian selesai (retrospektif).
Mengemukakan hipotesis sebelumnya yang akan diuji kebenarannya.
Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya; hipotesis lahir sewaktu penelitian dilakukan; hipotesis berupa “hunches”, petunjuk yang bersifat sementara dan dapat berubah; hipotesis berupa pertanyaan yang mengarahkan pengumpulan data.
Hipotesis menunjukkan hasil yang diharapkan; hasil telah diramalkan apriori; hasil penelitian telah terkandung dalam hipotesis. Jumlah variable terbatas.
Hasil penelitian terbuka, tidak diketahui sebelumnya, karena jumlah variable tidak terbatas.
Dalam disain jelas langkah-langkah penelitian serta hasil yang diharapkan.
Disain fleksibel, langkah-langkah tidak dapat dipastikan sebelumnya dan hasil penelitian tidak dapat diketahui atau diramalkan sebelumnya.
Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul (pada tahap akhir).
Analisis data dilakukan sejak awal bersamaan dengan pengumpulan data, walaupun pada tahap kemudian membutuhkan analisis yang lebih banyak.